Rabu, 07 September 2011

Kehidupan ini Semuanya Jauh lebih Baik di Indonesia

Assalamu'alaikum!

Sudah malam-malam, tapi hanya blog ini yang belum terisi (maaf menggunakan Bahasa Gawul). Sebagai informasi saja, ini adalah curhatan seorang gadis Indonesia yang sudah membandingkan negara manapun dengan Indonesia dan hasilnya, emang aku paling cucok dengan Indonesia. Alasan-alasannya :
1. Orang Indonesia itu wawasannya luas.
Coba bandingkan dengan orang-orang dari negara lain, orang Amerika misalnya, yang bisa tahu sastra-sastra besar dunia Dari Saiyuki atau Journey to the West, Mahabharata, sampe budaya relijius Kristen yang terdapat di telenovela, mana ada yang tahu. mereka mah bisanya cuma bicara soal negara lain tanpa tahu apa yang mereka bicarakan dan semua isi kepala mereka sumbernya paling dari CNN dan isi manipulasi Illuminati ( do I make a rhyme? Yeah, I do that. Orang-orang dari Asia Timur juga sama wae lah. Aku masih ingat dulu waktu serangan Amerika ke Irak tahun 2002, kita sekelas yang sedang belajar Tata Negara (maklum anak IPS)langsung bisa memberikan dalil-dalil mengapa serangan itu tidak adil. CNN memberikan berita yang pro serangan itu, sedangkan AlJazeera tentu mengecam. Temen-temenku malah mencibir, "Amerika tuh kuper-kuper yah? Mpe orang lain mati karena dia juga, mereka ga akan peduli". (To all American who can read Indonesian and can understand this text, I'm truly sorry for being honest).

2. Indonesia itu SELALU memahami dan mencintai budaya lain.
Eits! Jangan salah, sifat ini bukan sifat negatif lho. Coba kita bandingkan dengan bangsa-bangsa lain yang fanatik sama bangsa mereka sendiri dengan fanatisme yang berlebihan. Mereka jadi terlihat brutal, sadis bahkan tak adil. Bandingkan saja negara-negara besar seperti Amerika, Jepang, dan negara-negara penjajah seperti Romawi. Dalam catatannya tentang negara lain, mereka selalu menggunakan persepsi mereka yang cenderung dangkal dan tidak berpikir jauh. Amerika telmi banget sama p3erbudakan, masa merdeka tahu 1776 kok perbudakan dihapuskan setelah perang Saudara di abad 19 (tahun 1800-an)?? Kelamaan bro! Udah banyak budak yang mati baru bisa koar-koar. Indonesia dari ribuan tahun yang lalu punya pikiran yang terbuka, yang menurut Abraham Maslow adalah ciri-ciri kepribadian yang sehat. Nenek moyang kita, yaitu bangsa Austronesia sudah melanglang buana walaupun hanya menggunakan kapal yang kecil (dibandingkan Titanic) dan sederhana (tapi secanggih kapal Viking)dan menyebarkan paham cinta pada kebudayaan lain. Coba bandingkan sama negara lain yang mati-matian menutup diri dari dunia karena tidak mau dipengaruhi oleh negara lain (walaupun aku mengerti alasannya sih).

3. JUJUR
Bangsa Indonesia itu jujur. Kita sering tertipu dalam perundingan bukan karena bodoh, tapi karena jujur. Kita tahu bahwa Belanda itu licik, tapi tetap saja mau berunding dengannya. Kita bisa melihat kebaikan orang Amerika yang notabene negaranya banyak memampang 'wajah buruk' kepada Indonesia, tapi kita tidak fanatik. Kita cenderung netral. Itulah mengapa kita banyak dipercaya untuk menengahi konflik Korea Utara dan Korea Selatan (aku juga heran, masa pemuda Korea Selatan bisa kuper soal negara yang membantu mereka berunding dengan negara tetangga, kalau kalian fans KPop, tolong tanyakan pada Idola-idola kalian ya?..... Apa? Kalian juga ga tahu fakta ini?)
4. Kerukunan hidup di Indonesia.
Indonesia tuh aneh. Di mana-mana orang mencari perbedaan agar bisa terus berdebat sepanjang hayat. Di sini, orang harus berpikir ribuan kali untuk berpendapat. Bukan karena kita takut demokrasi, tapi kita takut pada akibatnya. Ini juga karakteristik orang sehat versi Abraham Maslow. Bahkan ada artikel menarik dari Amerika yang mengakatakn bahwa kita sudah menjalani kehidupan yang diimpikan warga Amerika yang dirintis sejak 400 tahun yang lalu (tapi aku lupa judul dan situsnya), yaitu kehidupan dalam keanekaragaman yang sederajat.
5. Berbeda itu indah.
Tidak banyak yang tahu bahwa orang-orang kulit hitam di negara lain menjadi warga nomor dua di sana. Tapi disini, jujur, warga Indonesia menganggap teman-teman kita yang orang Papua, Maluku dan orang-orang Jawa yang kulitnya gelap (kaya aku) itu manis, definisi lain dari keelokan wajah selain 'cantik'. Di negara-negara seperti Amerika, Jepang, Korea, China (yang tiga terakhir aku bisa ngerti, secara ga ada orang kulit item di sana) selalu memaknai cantik dengan 'putih, langsing dan tinggi'. Tapi orang Indonesia tidak pernah melihat orang dari warna kulit (untuk saudara-saudara saya di Papua, yang suka kulit putih itu terpengaruh budaya luar, kalau budaya Jawa sendiri biasanya suka yang sawo matang....). Itu artinya kita telah mempraktekan apa yang dinamakan unity in diversity.

Ya...hanya itu sekarang, lagi pilek nih...mau cepat bobok. Good night pals!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar